Thursday, July 24, 2014

,

Gerombolan Asu Jokowi

Tugas asu [anjing] adalah mengonggong. Tentu saja menyalak pada siapa saja yang mengganggu sang Tuan. Inilah yang sedang dilakoni orang orang Kiri yang ada di kubu Jokowi. Agar gonggongan kuat, dibentuklah persekutuan bernama ASU [Asal SUka] Jokowi. Mereka telah menyiapkan gongongan paling keras demi melindungi Tuan Jokowi dari gangguan siapa saja.
 Ketika menyusun konsep alieansi, Marx mengembangkannya dari Kitab Perjanjian Lama. Yaitu konsep syirik. Dalam pengertiannya, syirik bukan menyembah banyak Tuhan, tetapi ketika manusia memuja ciptaannya sendiri. Manusia membuat berhala, setelah jadi, ia sembah.
 Pun, gerombolan ASU Jokowi melakukan hal serupa: mereka ciptakan berhala bernama Jokowi. Berhala tersebut dipahat dengan dilengkapi berbagai aksesoris agar menarik:populis, jujur, bersih, anti korupsi, anti asing, pembaharu, dsb. Setelah jadi, berhala Jokowi itu mereka puja dan sembah sebagai Yang Mahasuci dan Yang Mahamulia. Selain sebagai penyembah, mereka sekaligus berperan menjaga berhala Jokowi dari gangguan pihak lain yang ingin menghancurkannya.
 Sebetulnya sejarah selalu maju, tapi kejadian kejadian bisa berulang; tentu saja dalam ujud yang berbeda. Kita ingat kisah arkaik tentang Abraham [Ibrahim]. Ia anak pembuat patung. Sampai suatu hari ia sadar patung patung tersebut tak lebih berharga dari manusia. Hanya ilusi tentang kekuatan Adi Krodati. Sebesar dan semegah apapun patung itu, tetap ciptaan manusia. Ia ambil kapak. Dihancurkannya patung patung di kuil pemujaan. Siapa yang marah atas kelakuan Ibrahim? Tentu saja para pemuja patung patung itu: Raja Namrud dan para pengikutnya.
 Sekarang peran para pengikut Raja Namrud diambil alih gerombolan ASU Jokowi. Orang orang Kiri yang teraleanasi dengan pujaanya sendiri, siap memburu siapa saja yang akan mengusik berhala Jokowi.
  Tentu saja tidak semua gerombolan ASU Jokowi berperan sebagai tukang kepruk. Ada juga di antara mereka yang berlaku sebagai pendeta dan brahmana. Tugasnya memberikan pengesahan lewat ayat ayat Marxisme bahwa memuja berhala Jokowi adalah kebenaran mutlak, tak bisa diganggu dan dibelokkan. Mereka mengutip ngutip kata kata indah dari Marx dan Lenin. Ditaburkan di atas berhala Jokowi sehingga bisa tampak sebagai pembebas kaum yang tertindas.
 Gonggongan mereka terlihat lebih halus dan apik karena diberi bunga bunga ayat ayat Marxisme. Dalil dipilih, ayat ayat disampih. Lahirlah sebuah fatwa kudus: menyembah dan membela berhala Jokowi adalah keharusan sejarah yang tak bisa disanggah.  Gerombolan ASU Jokowi mempunyai sifat sebagaimana tergurat dalam Perjanjian Lama: "Mata yang mereka miliki tak melihat, telingga mereka miliki tak mendengar." Kalaupun ada yang mengingatkan bahwa berhala Jokowi hanya ilusi, mereka akan mengamuk: mengonggong, menyalak, mencakar dan mengigit; kesetanan layaknya anjing gila. Bagi mereka, berhala Jokowi adalah yang Mahasempurna.
 Lantas untuk apa mereka rela menjadi gerombolan ASU Jokowi? Tentu saja mereka berharap agar surga yang dijanjikan akan terwujud. Selama ini mereka merupakan orang orang Kiri yang gagal mewujudkan surga itu. Frustasi begitu akut. Harapan sirna.
 Maka pada suatu hari yang semenjana, mereka ciptakan berhala Jokowi. Setelah berhala jadi, gairah mereka kembali membuncah. Si Jomblo dari Slipi yang sudah bosan sebagai penunggu gerai lukisan, turun ke gelanggang sembari membasuh keringat di dahinya yang selalu membasah. Si Botak dari Kalibata yang sempat menangis nangis karena mau didepak dari lembaga peramal, membuka kembali kitab kitab bulukan sambil mengelus elus botaknya.
 Yang lari ke negeri Paman Dollar karena melarikan permaisuri orang, muncul sebagai biksu suci pembawa obar Marxisme. Yang gagal menjadi tim hore dalam pemilihan aktor dan aktris di Senayan, seperti si Cebol dari Solo, tampil sebagai tukang kepruk untuk membuang kefrustasian.
Dan, banyak lagi. Mereka berbaur dalam gerombolan Asu Jokowi.  Surga yang diharapkan oleh gerombolan Asu Jokowi tergurat dalam puisi kuno Sumeria yang berjudul "Enki dan Nimhusag": Singa tidak membunuh Serigala tidak merenggut domba, Anjing ajak, pelahap anak anak tidak dikenal Dia yang matanya melukai tidak berkata: "Mataku melukai." Dia yang kepalanya pusing tidak berkata: "Kepalaku pusing." [dikutip dari buku 'Sejarah Dunia Kuno' karya Susan Wise Baufr] Sebagaimana keimanan yang mesti total, gerombolan ASU Jokowi yakin bahwa Jokowi bisa mewujudkan surga itu.
  Tapi seindah indahnya asu, tetaplah asu. Ia bisa saja dirawat dan diberi makanan enak, tapi tetap saja asu. Derajat mereka berada jauh di bawah si Tuan Jokowi--ciptaan mereka sendiri. Semoga gerombolan ASU Jokowi selalu ingat corat coret di tembok: Selain asu dilarang kencing di rumah Emak Banteng! 
sumber:  http://tikusmerah.com/?p=1261

,

VERIFIKASI DATA KPU ITU NGAWUR

ADA YANG MAU BUKTIKAN BAHWA KPU ITU TIDAK BISA DIPERCAYA, COBA BUKA http://pilpres2014.kpu.go.id/db1.php . CARI KABUPATEN NDUGA. SIM SALABIM ... ABRA KADABRA.... ANDA AKAN TERKEJUT, ANGKA YANG TERTERA TIAP KECAMATAN SAMA .......! TURUN KEBAWAH TAMBAH PARAH LAGI !!!! MAKA SAYA NOBATKAN HASIL VERIFIKASI DATA KPU (KOMISI PEREKAYASA ULUNG) ADALAH TIDAK SAH!!!!

Friday, June 27, 2014

, ,

PKI, Jokowi & Hendropriono Telah Menyandera Megawati



Jokowi, Sudjiatmi dan PKI Menyandera Megawati. Anda bisa menerka alur tulisan ini?

PKI Sudah kembali eksis di Indonesia.....

Awalnya Megawati tak menyetujui Jokowi menjadi Capres PDIP, akan tetapi karena ancaman faksi komunis di PDIP memaksa Megawati mengangkat Jokowi meski ia tidak pernah menerbitkan SK DPP PDIP untuk capreskan Jokowi. Hanya melalui perintah harian.
Sebagaimana publik ketahui, Megawati tidak pernah terlihat ikut dalam kampanye mendukung capres Jokowi. Megawati bersikap pasif, Megawati selalu ejek dan sindir Jokowi sebagai benteng kurus yang lapar. Megawati selalu ketus jika bicara tentang Jokowi : "Jokowi itu kan maunya kalian. Ya sudah. Suka hati kalian"

Fakta lain bahwa Jokowi pernah diusir dua kali dari rumah Megawati. Yang pertama diusir oleh Puan pada 9 April 2014.

Isu yang beredar faksi Parkindo dan Komunis di PDIP memegang video rahasia yang jika dibuka akan jadi aib besar Megawati dan keluarga. Megawati mustahil dukung Jokowi karena dia tahu siapa Jokowi dan dibaliknya. Jokowi menang, faksi komunis /PKI akan kuasai RI dan PDIP

Posisi Megawati saat ini terjepit, dikepung oleh faksi Parkindo, Komunis dan Katolik. Faksi Nasionalis dan Islam dihancurkan di PDIP. Megawati sekarang sedang mau dikudeta via kongres PDIP yang dipercepat. Maruara Sirait pentolan faksi kristen, ancam Puan minggu lalu di rumahnya.

Kenapa Faksi Komunis, Kristen dan Katolik bisa bersatu saat ini? Hanya sementara. Untuk kepentingan taktis menangkan Jokowi dan gusur Mega. Faksi Katolik didukung JK, Vatikan, Konglo-konglo cina katolik, pengusaha pribumi katolik. Faksi kristen didukung mafia cina pimpinan James Riady dan Luhut Panjaitan.

Tujuan mereka menguasai PDIP adalah sebagai kendaraan politik untuk kuasai Indonesia. RI mau dijadikan negara sekuler. Didukung oleh Barat & China. Australia juga sangat berkepentingan dengan sekulerisasi RI. Agen australia di RI namanya hendropriyono, sukses tanam ahmad fatonah di PKS.

    Fatonah ditanam hendropriono di PKS, fatonah bernama asli Ahmad Olong, narapidana di LP Berramah, Australia.

Sekarang komposisi pengurus harian DPP PDIP 27 orang. 13 Komunis/Kristen/katolik dan 13 Islam = 26 plus 1 Megawati. Komposisi pengurus harian DPP PDIP yg 13:13:1 itu adalah atas usulan Alm Taufik Kemas. Sekarang komposisi itu mau diubah. Pengurus Harian DPP PDIP skrg mau diubah : 5 nasionalis, 2 Islam, 1 Murba, sisanya Komunis, Parkindo, Katolik = 19.  PDIP mau kemana?

Australia rekrut Hendropriono sebagai agen mereka paska bom bali. 88 Warga Negara Asutralia mati. Australia bantu bentuk densus 88 anti teroris. Hendro sekarang adalah majikan Jokowi. Hendro pegang data keterkaitan Jokowi dan ibunya dengan PKI. Hendro dan Luhut akan menjadi dewa di RI dan PDIP jika jokowi menang pilpres.

    Hendropriono pegang data keterkaitan Jokowi dan ibunya dengan PKI. Hendro dan Luhut akan menjadi dewa di RI dan PDIP jika jokowi menang pilpres.

Hendro dan luhut juga yang sebabkan TNI tercabik-cabik dan para purnawiran saling hantam. Untuk melemahkan TNI, agar komunis bisa berkuasa. Meski faksi kristen dan faksi katolik / faksi komunis tidak akur di PDIP, tapi sekarang mereka bersatu untuk hancurkan Mega, nasionalis dan Islam.

Faksi Nasionalis dan Islam di PDIP adalah faksi miskin, tidak punya uang dan sudah dirusak habis oleh musuh-musuh mereka : komunis, katolik, kristen protestan. Jangan anda salah paham, penghancuran nilai-nilai Islam pada kasus LHI terkait dengan rencana besar sekulerisasi RI dan pertarungan di PDIP.


    Kasus LHI yang dibonceng politainment dan caci maki terhadap Islam, simbol-simbol Islam, tokoh Islam, pks itu terkait pencapresan Jokowi.

Rakyat indonesia khususnya umat Islam dicuci otaknya agar benci dengan tokoh Islam, muak dengan simbol-simbol Islam agar Jokowi yang komunis itu menang.

Budiman Sudjatmiko & Communist Connection
Selain Hendropriono yang mengusung kepentingan Australia di Indonesia dan PDIP, juga ada Budiman Sudjatmiko. Budiman Sudjatmiko mantan ketua PRD berhaluan komunis itu punya hubungan erat dengan Partai Komunis Australia. Hubungan Erat Partai Komunis Australia dengan komunis Indonesia/PKI sudah terbina sejak tahun 1950an, sekarang dibangun besarkan Budiman Jatmiko. Beberapa pekan lalu, Budiman Sudjatmiko juga ke Timor Leste menemui Mari Alkatiri tokoh partai komunis Fretilin Timor Leste untuk dukung Jokowi.

Sebelumnya, tokoh faksi komunis di PDIP seperti Eva K sundari, Ribka Tjiptaning dan puluhan elit PDIP studi di Partai Komunis China. Eva Kusuma Sundari pimpinan delegasi PDIP akui bahwa kader PDIP yang belajar di sekolah partai Komunis itu merupakan angkatan ketiga.

Selain Eva ada Komisi III DPR, kader PDIP lainnya studi komunis PKC lain Vanda Sarundayang (komisi VI DPR RI, Ketua Taruna Merah Putih Sulut) Kader faksi komunis PDIP Bupati Ngawi Budi Sulistyo, Bupati Flores Timur Yoseph l Herin, dan Ketua DPRD Semarang Bambang Kusriyanto.

Bahayanya adalah Eva K Sundari yang PKI Lovers itu, juga adalah Departemen Kaderisasi Departemen Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan” Akibatnya, banyak elit PDIP dicecoki paham komunis via program pengkaderan PDIP. Kerjasama partai komunis China, tujuannya : komunisasi PDIP. Tahun depan akan berdiri sekolah partai PDIP yang materinya lebih banyak disusupi paham komunisme internasional.

Tahun 2015 CAFTA = China Asean Free Trade Area berlaku.
RI bebas dimasuki siapa saja dari china. Ideologi komunisme akan jadi ekspor utama.
Komunisme Rusia sudah menguat lagi dan sudah kuasai militer Rusia. Terbukti dengan keberanian Rusia serang Ukraina dan tantang Nato. Komunisme Indonesia hidup lagi, bangkit lagi, dipimpin oleh Jokowi dengan cara menyaru sebagai tokoh lugu, Islam, jujur, sederhana dan merakyat = BOHONG BESAR.

    Komunisme Indonesia hidup lagi, bangkit lagi, dipimpin oleh Jokowi dengan cara menyaru sebagai tokoh lugu, Islam, jujur, sederhana dan merakyat = BOHONG BESAR.

Identitas dan riwayat Hidup Jokowi = PALSU. Tanggal lahirnya pun PALSU ..dibuat sengaja sama degan kematian Bung Karno. Ayah Jokowi dan Ibu Jokowi = Palsu . Banyak informasi sebenarnya yang ditutupi. Bahkan prestasi Jokowi = PALSU

Prestasinya hancur lebur, ditutupi penghargaan-penghargaan palsu oleh media-media bayaran dan milik elit parkindo, faksi katolik cs.

Hanya elit Katolik tertentu yang dukung Jokowi setelah tahu benang merah Jokowi dengan PKI. Faksi Katolik di PDIP awalnya tidak tersusupi komunis eks PKI. Tetapi sejak 2005 saat Jokowi jadi Walikota Solo, faksi komunis di PDIP menguat.

Faktor Bu Sudjiatmi terduga anggota PKI.
Hal ini tidak terlepas dari dukungan penuh eks PKI terhadap Jokowi. Faktor Bu Sudjiatmi terduga anggota PKI. Jokowi jadi walikota Solo diback up faksi Komunis dan Katolik di PDIP yang menipu rakyat muslim Solo.

Berdasarkan kesaksian tetangga Widjiatno di Kragan, Wijono, ayah Jokowi (Widjiatno) sewaktu muda aktif dalam organisasi terafiliasi PKI.

Aktifitas di PKI menjadi motif kepindahan Widjiatno ke Giriroto, Ngemplak Boyolali yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Kragan. Aktifitasnya di PKI diduga menyebabkan Widjiatno menjalin kasih dengan Sudjiatmi yang diduga aktifis organisasi wanita PKI, Gerwani/Gerwis

Ronin 1946 mengungkapkan, ia belum peroleh bukti Widjiatno dan Ibu Sudjiatmi terlibat pembantaian ratusan umat Islam pada 1 Oktober 65. Usai Letkol Untung kudeta di JKT.

PKI yang pertama sekali beraksi adalah PKI Jateng dengan menangkap Brigjen Surjo Sumpeno Pangdam Diponegoro. PKI kuasai Kodam / tentara.

Pada tgl 1 Oktober 1965 itu juga ratusan umat Islam, terutama aktivis NU dan Muhammadiyah dibunuh di Giroroto, ngemplak, Boyolali.

Kesengajaan Jokowi menipu rakyat Indonesia bahwa dia, ayahnya, ibunya (Sudjiatmi) terlibat PKI, dimaksudkan agar rencana besarnya SUKSES.

Mengenai indikasi Jokowi dan ibunya terafiliasi PKI kian hari makin terbuka dan makin banyak buktinya. Misalnya : pihak pendukung JKW.

Jokowi terkait Giroroto, Basis PKI Jateng, didukung tokoh-tokoh komunis : Setyo Budi (Semut Ireng) dan Budi Arie Setiadi (Pro Jokowi/Projo).

Di Solo Jokowi tidak pernah shalat, Jokowi mulai menyaru Islam ketika dia ikut Pilkada DKI Jakarta. Diajar dan dilatih intesif oleh seorang ustadz dan tempat belajarnya di Hotel Sahid Jl. Sudirman Jakarta, di ruangan khusus, Jokowi dididik agar bisa berperan pura-pura islam.

    Jokowi mulai menyaru Islam ketika dia ikut Pilkada DKI Jakarta. Diajar dan dilatih intesif oleh seorang ustadz dan tempat belajarnya di Hotel Sahid Jl. Sudirman Jakarta
    

Setiap hari 1 - 2 jam. Kilat. Ketika Putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, PKS yang diminta koalisi oleh PDIP, wawancara Jokowi degan pertanyaan-pertanyaan dasar Islam: Jokowi TIDAK BISA JAWAB.

Jokowi ketahuan nyaru islam. PKS batalkan koalisi dengan Jokowi. Tetapi kemudian muncul fitnah di media-media seolah-olah PKS batal koalisi karena UANG. Isu Uang Mahar dijadikan fitnah kubu Jokowi ke PKS yang menolak koalisi dengan cagub Jokowi. PKS pun jadi bulan-bulanan opini sesat media jokowi.

Ketika kampanye di Menteng Dalam, pas shalat Jumat, Jokowi salah berwudhu, setelah basuh muka langsung cuci kaki, ditegur eh marah. Setelah Jokowi jadi Gubernur Jakarta, sidak ke kantor walikota jakarta utara. Ruangan kosong, PNS ga ada. Dia marah-marah. Padahal PNS sedang shalat Jumat.

Ketika Gubernur DKI Jokowi diberitahu bahwa PNS semua sedang shalat Jumat, mukanya merah padam, ketahuan Jokowi tidak shalat jumat. Ketika ketahuan ga bisa jawab pertanyaan mudah, "apa makna ramadan?" oleh presenter metro tv. Jokowi takut ketahuan. Besoknya Buru-buru umroh.

Seminggu setelah "insiden Jokowi ketahuan bukan Islam" dia pulang dari umroh. Foto-foto umrohnya disebutnya sebagai foto haji. Dasar penipu. Yang kita persoalkan bukan Jokowi itu islam atau tidak. Bukan itu. Tetapi KEBOHONGAN-KEBOHONGAN JOKOWI selama ini. Dia tidak jujur dan ada misi khusus.

Prabowo juga bukan muslim yang taat. Tapi dia tidak ngaku-ngaku muslim sejati, tidak ngaku-ngaku haji padalah dia sudah naik haji bareng pak Harto dulu. Beda dengan Jokowi, dia bohong, bohong, bohong, bohong, menipu diri sendiri, rakyat, umat dan Tuhan !  Manusia macam apa dia ?

Yang parah, Jokowi ngaku foto-foto umrohnya sebagai foto haji. Dia sangka semua umat Islam bisa dia tipu. Ditanya kapan Jokowi haji? Jawabannya tahun 2003. Wallahu 'alam. [ronin1946/voa-islam.com]
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/liberalism/2014/06/25/31133/melawan-lupa-9-pki-jokowi-hendropriono-telah-menyandera-megawati/#sthash.rhqYFZeq.dpuf

What's Trending?

Powered by Blogger.